Jakarta, 15 Agustus 2024 – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengumumkan keberhasilan melalui karya tulis 5 orang Insan ADHI yang akan mengharumkan nama ADHI dalam kegiatan ESTCON 2024, melalui 2 karya tulis ini sudah dinyatakan lolos seleksi paper/abstrak oleh panitia ESTCON 2024 untuk dipresentasikan pada 10-11 September 2024 di Kinabalu, Malaysia. Terbagi menjadi beberapa kategori conference, salah satunya ICSC yang akan diikuti oleh 2 tim perwakilan ADHI.
ESTCON adalah Konferensi yang digelar secara 2 tahunan oleh Universitas Teknologi Petronas sebagai penyelenggara. Konferensi ini didasari pada tujuan untuk menggali lebih dalam terkait Future Positioning through Sustainable Energy, Digitalization, and Smart Community. Seiring munculnya sistem energi terbarukan dan teknologi-teknologi berbasis smart, sektor ini akan memberikan dorongan untuk mengejar solusi dan peluang yang lebih ramah lingkungan di ruang energi yang lebih luas untuk menciptakan nilai-nilai baru yang berkelanjutan bagi dunia.
Karya Tulis Insan ADHI
- VERTICAL AXIS WIND TURBINE (VAWT) AS A WIND POWER PLANT AT ROOFTOP OFFICE PT ADHI KARYA (Persero)Tbk.
Tim : ELOARDO ARUAN dan NANANG ADI APRIYANTO
DEPT. ENERGI & INDUSTRIAL
Melalui karya tulisnya ADHI berkomitmen untuk berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim dan pemanasan global yang saat ini menjadi fokus dan perhatian masyarakat global. Komitmen diwujudkan Perseroan dengan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dominan yang menghasilkan karbon dioksida (CO2), salah satunya adalah penggunaan Listrik. Bagi Perseroan, keselarasan pencapaian aspek ekonomi, sosial dan lingkungan merupakan sebuah keharusan di tengah tuntutan pentingnya korporasi menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG), oleh karena itu ADHI ikut serta dalam mendukung upaya pencapaian target komitmen nasional bagi penanganan perubahan iklim global dalam rangka mencapai tujuan Persetujuan Paris atas Konvensi Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim (Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change) menuju arah pembangunan rendah emisi gas rumah kaca dan berketahanan iklim pada tahun 2050.
Studi kasus ini berfokus pada pengurangan emisi karbon di lantai 16 kantor PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dari sektor energi baru terbarukan, sehingga yang akan menjadi Analisa penulis adalah mengenai Listrik yang dihasilkan oleh alat VAWT, yang mana listrik ini dihasilkan oleh angin yang menggerakkan turbin VAWT, artinya penulis juga menganalisa kekuatan kecepatan angin di lantai 16 Rooftop kantor PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Dari listrik yang dihasilkan tersebut, maka dilakukan perhitungan emisi karbon yang bisa dikurangi dengan menggunakan factor emisi karbon untuk daerah Jakarta.
- SMART TECHNOLOGY FOR POWER SUPPLY MANAGEMENT AT LRT JABODEBEK
Tim : FAUZAN MUZAKIR, TAUFIK SUBHI AHMAD – DEPT. ENERGI & INDUSTRIAL dan MUHAMAD RIZKY FAJAR – DEPT. PERKERETAAPI
Melalui paparan dalam karya tulisnya, ADHI Karya telah berkontribusi untuk transportasi di kota Jakarta, yaitu melalui proyek pembangunan prasarana LRT Jabodebek meliputi civil structure bangunan layang, stasiun, depo dan fasilitas operasi seperti persinyalan, kelistrikan, telekomunikasi, pintu otomatis pada satiun, alat deteksi gempa serta SCADA. Salah satu yang menjadi penopang dalam menggerakkan kereta adalah sistem kelistrikan dimana suplai tegangan listrik 750 Volt arus searah disalurkan ke seluruh rangkaian kereta yang beroperasi di rel melalui 3rd rail. Daya listrik tersebut berasal dari sistem 20 kilovolt (kV) dari total 10 (sepuluh) Gardu Induk PLN yang berkapasitas total 65MVA dan didistribusikan ke 22 (dua puluh dua) Gardu Traksi LRT 20kV termasuk Depo. Untuk memastikan layanan LRT Jabodebek secara keseluruhan berjalan dengan baik selama jam operasi, khususnya untuk sistem kelistrikan 20 kV, apabila salah satu Gardu PLN mengalami gangguan atau kegagalan, penyaluran daya listrik 20 kV tidak boleh terganggu. Oleh karena itu, Adhi Karya merancang sistem kelistrikan distribusi 20 kV dengan sistem terintegrasi yang didukung dengan teknologi smart, yaitu dari skema Transfer Daya Otomatis pada saat terjadi gangguan suplai listrik 20kV.
Sebagai penunjang teknologi tersebut, setiap MV Switchgear (20kV) di gardu traksi LRT dilengkapi dengan sebuah peralatan yaitu IED (Intelligent Electronic Devices) yang terhubung dengan PLC di gardu traksi tersebut menggunakan protocol komunikasi Modbus. Antar PLC dari setiap gardu traksi saling berkomunikasi satu sama lain dengan teknologi Communication Backbone Network (CBN) dengan kabel fiber optic. Dan setiap PLC akan mengirimkan data dari setiap peralatan Listrik agar bisa dipantau di ruang control melalui Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). PLC di setiap gardu traksi juga memiliki kapabilitas untuk melakukan skenario transfer daya otomatis untuk memulihkan distribusi tegangan 20 kV antara setiap gardu traksi sepanjang 42 km jalur LRT.
Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah studi literatur, desain teknik yang dimulai pada tahun 2017 dan langsung implementasi setelah perlengkapan telah sampai di area proyek tahun 2019 dan dibuktikan dengan pengujian selama commissioning hingga sebelum LRT Jabodebek beroperasi di Agustus 2023, dimana skema Transfer Daya Otomatis saat terjadi gangguan suplai listrik dari sisi utilitas ketika satu dari sepuluh gardu utilitas padam karena pemeliharaan rutin atau kegagalan, maka sistem melakukan manuver transfer daya pada sisi 20kV sehingga distribusi beban masih seimbang untuk sumber PLN lainnya. Pengujian teknologi ini juga dilakukan saat gardu PLN yang padam sudah kembali ke kondisi normal. Hasil pengujian menunjukkan, skema transfer daya otomatis 20kV oleh PLC dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 30 detik. Hal ini menunjukkan bahwa Skema Transfer Otomatis pada sistem kelistrikan 20kV berfungsi dengan baik untuk LRT Jabodebek dan berguna untuk memastikan gangguan pada Gardu Induk PLN tidak memberikan dampak pada sistem distribusi listrik secara keseluruhan.
ADHI optimis bahwa inovasi yang diusung akan menarik perhatian dan mendapatkan pengakuan di antara para pakar internasional di ESTCON 2024. Ini adalah langkah penting dalam upaya ADHI untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan industri konstruksi yang berkelanjutan.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk, yang dikenal dengan nama ADHI, adalah salah satu perusahaan konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia dengan komitmen kuat terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pengembangan sumber daya manusia. ADHI terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berkualitas, yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
—-—-—-
Adhi Karya
Beyond Construction












