Jakarta, 21 Oktober 2025 –  PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN dan 27 BUMN lainnya melaksanakan Seremoni Serah Terima Hasil Program Kolaborasi Olah Sampah BUMN sebagai komitmen mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang, Kabupaten Minahasa Utara. 

Program kolaborasi ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada tahun 2022–2023 berfokus pada penyediaan sarana dasar pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, serta pembangunan Rumah Bakti BUMN di Desa Likupang yang kini telah berkembang menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Pada tahap kedua (2023–2025), program diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan ekonomi sirkular melalui revitalisasi gazebo di Pantai Paal, penyediaan mesin olah sampah, serta pelatihan teknis dan kewirausahaan di Rumah Bakti BUMN. 

“Inisiatif ini selaras dengan Asta Cita ke-3, 4, dan 6 Pemerintah yang mendorong kewirausahaan, pemerataan ekonomi, dan pembangunan SDM sehingga harapannya program ini memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat Likupang, baik dalam pengelolaan lingkungan maupun pemberdayaan ekonomi desa,” tutur Edi Eko Cahyono, Asisten Deputi Bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BP BUMN.

Sebagai perusahaan konstruksi nasional yang berorientasi pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), ADHI Karya turut memastikan bahwa setiap inisiatif pengelolaan sampah dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Seluruh inisiatif tersebut juga mendukung pencapaian SDGs 11, 12, dan 13, khususnya terkait pembangunan kota berkelanjutan, penerapan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi mitigasi perubahan iklim. 

“Kami berharap kontribusi dari ADHI serta sinergi antar BUMN dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pariwisata Indonesia. ADHI Karya berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata yang berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengelolaan sampah yang produktif dan ramah lingkungan” ujar Direktur Utama ADHI Karya, Entus Asnawi Mukhson. 

Program ini merupakan buah sinergi 28 BUMN di bawah koordinasi IFG beserta anggota holding dan kolaborasi WIKA sebagai pelaksana, serta dukungan berbagai BUMN lainnya seperti PT Pelindo, PT PNM, PT PLN, PT BNI, PT PP, Perum Peruri, PT BTN, PT BRI, Airnav Indonesia, PT Hutama Karya, PT PELNI, PT Adhi Karya, Garuda Indonesia, Perum Perumnas, PT Angkasa Pura, PT Brantas Abipraya, PT ASDP, PT RIU, PT Nindya Karya, PTPN I, Bulog, serta PT Semen Indonesia.