Jakarta, 25 September 2025 – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dalam rangka memperkuat tata kelola perusahaan, menyelenggarakan Sharing Session MR Time; Management Risk Transformation, Integration, Monitoring & Evaluation pada Selasa (16/09) di Kantor Operasional ADHI, ADHI Tower untuk mendorong pengembangan budaya risiko yang proaktif dan berkelanjutan. Acara ini secara khusus menghadirkan Dody Usogo Hargo Komisaris Utama ADHI Karya, Entus Asnawi Mukhson Direktur Utama ADHI Karya, Ki Syahgolang Permata Direktur Human Capital dan Legal ADHI Karya, dan Wahyuni Sutantri General Manager Human Capital sebagai pemateri utama. Acara MR Time ini akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan ADHI Karya menuju tata kelola risiko yang lebih matang, terintegrasi, dan berorientasi masa depan.
Sharing Session ini dirancang sebagai forum berbagi pengetahuan dan pengalaman dari para pimpinan ADHI Karya kepada Unit Kerja. Dengan pendekatan berbasis studi kasus nyata dan tantangan industri konstruksi, para pemateri memberikan wawasan langsung mengenai bagaimana risiko dapat dikelola secara efektif untuk mendukung keberlanjutan bisnis. Diskusi interaktif antara pemateri dan peserta sharing session juga menjadi ruang kolaboratif untuk menyelaraskan pemahaman risiko di seluruh lini organisasi.
Acara ini juga menjadi bagian dari roadmap transformasi manajemen risiko ADHI Karya. Setelah menyusun kerangka kerja berbasis ISO 31000, ADHI Karya kini memperkuat internalisasi budaya risiko melalui pelibatan aktif pimpinan perusahaan sebagai agen perubahan. Sharing Session ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan arah kebijakan risiko perusahaan secara langsung dari para pengambil keputusan tertinggi di Unit Kerja. Dengan demikian, setiap unit kerja dapat memahami konteks strategis dari pengelolaan risiko dan menerapkannya secara konsisten dalam operasional sehari-hari.
Sebagai tindak lanjut dari sharing session ini, ADHI Karya akan mengintegrasikan prinsip-prinsip yang disampaikan ke dalam sistem manajemen risiko digital berbasis platform ERISKA. Sistem ini mendukung pelaporan risiko secara real-time, pengelolaan eviden, serta notifikasi dini terhadap potensi risiko. Dengan pendekatan ini, ADHI Karya menargetkan perubahan paradigma dari pengelolaan risiko yang bersifat reaktif menjadi proaktif.
Risiko dipandang sebagai bagian dari proses bisnis yang harus dikelola secara sistematis dan berkelanjutan. Peran aktif Direksi dan Komisaris sebagai pemateri dalam MR Time menjadi simbol kuat bahwa budaya risiko dimulai dari kepemimpinan tertinggi dan menjadi bagian dari DNA organisasi. Langkah ini menegaskan komitmen ADHI Karya dalam membangun organisasi yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi dinamika bisnis global.












