Jakarta, 22 Desember 2025 – Konektivitas antar wilayah menjadi kunci utama dalam pemerataan ekonomi dan percepatan pembangunan daerah. Mewujudkan hal tersebut, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (“ADHI”) kembali dipercaya untuk membangun Proyek Strategis Nasional (PSN) infrastruktur monumental di Kalimantan Selatan, yakni Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan – Pulau Laut.

Langkah awal pembangunan ini ditandai dengan penandatanganan kontrak yang telah dilaksanakan pada Senin (22/12). Proyek ini akan dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara Hutama Karya (HK)- ADHI – Waskita Karya (WSKT), di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalimantan Selatan. Penandatanganan ini turut dihadiri oleh Direktur Utama ADHI Moeharmein Zein Chaniago bersama mitra Kerja Sama Operasi (KSO) lainnya. Turut hadir Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Bupati Tanah Bambu Andi Rudi Latif, Bupati Kotabaru Muhammad Rusli, Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar, serta jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, serta General Manager Departemen Infrastruktur II Sudiyat Miko dan pimpinan BUMN Karya.

Jembatan ini menghubungkan Batulicin (Kabupaten Tanah Bumbu) dengan Pulau Laut (Kabupaten Kotabaru) sebagai pengganti akses feri dan menjadi tulang punggung konektivitas baru. Kehadiran jembatan ini akan memangkas waktu tempuh secara drastis serta meningkatkan efisiensi biaya logistik. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2028-2029 ini memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batulicin. Infrastruktur ini diharapkan menjadi dorongan untuk pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat di kedua kabupaten.

Struktur Jembatan Pulau Laut terdiri dari bentang utama sepanjang 505,5 meter yang menggunakan sistem Cable Stayed, serta bentang pendekat sepanjang 547,25 meter yang didukung oleh struktur Box Girder dan U-Girder. Dengan panjang lebih dari 1 KM, jembatan ini akan dibangun dengan teknologi konstruksi modern yang mengutamakan keandalan dan estetika. Dengan spesifikasi tersebut, jembatan ini dirancang tidak hanya sebagai akses darat yang aman dan berkelanjutan, tetapi juga sebagai ikon baru infrastruktur di Kalimantan Selatan.

Melalui proyek ini, ADHI sebagai perusahaan konstruksi nasional menegaskan komitmennya untuk melaksanakan proyek ini dengan mengedepankan mutu, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja, demi menghadirkan infrastruktur yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Kedepannya ADHI akan terus berinovasi dalam membangun infrastruktur yang memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan Indonesia.