Selama tahun 2021, ADHI membukukan pendapatan (revenue) sebesar Rp11,5 triliun, naik sebesar 6,5% dibandingakn dengan pendapatan tahun 2020 yang mencapai Rp10,8 triliun. Kemudian dari sisi laba kotor, ADHI mencetak laba kotor sebesar Rp1,8 triliun, dengan margin sebesar 15,2%. Dan untuk bottom line, ADHI mencetak laba selama tahun 2021 sebesar Rp55,2 miliar atau naik sebesar 130,2% dari laba bersih Tahun 2020. Hal ini karena adanya efisiensi pada beban usaha dan peningkatan pendapatan ventura bersama (proyek Join Operasi). Total aset ADHI pada Tahun 2021 mencapai Rp39,9 triliun sedangkan liabilitas ADHI pada Tahun 2021 mencapai Rp34,2 triliun, sedangkan ekuitas sebesar Rp5,7 triliun.
Sampai dengan Desember 2021, arus kas operasi ADHI positif sebesar Rp1,5 triliun. Arus Kas Positif ini salah satunya karena ADHI telah mendapatkan realisasi pembayaran dari proyek-proyek besar ADHI. Sampai dengan Desember 2021, realisasi pembayaran atas pembangunan proyek LRT Jabodebek senilai Rp15,1 triliun (incl. PPN) dan realisasi pembayaran atas pembangunan proyek Jalan Tol Sigli – Banda Aceh senilai Rp4,6 triliun (incl. PPN).
Pada tanggal 16 Maret 2022, ADHI juga telah mendapatkan penambahan pembayaran dari proyek Jalan Tol Sigli-Banda Aceh sebesar Rp0,4 triliun (incl. PPN). Sehingga total pembayaran dari proyek Jalan Tol Sigli-Banda Aceh sebesar Rp4,9 triliun (incl. PPN).
Berita Selengkapnya : https://adhi.co.id/wp-content/uploads/2022/07/2022-03-16-Keterbukaan-Informasi-Kinerja-selama-2021.pdf










