Jakarta, 16 September 2025 – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bersama Indonesia Infrastructure Research Institute (I2RI) menyelenggarakan webinar bertajuk “Implementasi Konstruksi Berkelanjutan” pada 4 September lalu. Acara yang diikuti sekitar 125 peserta ini menjadi wadah kolaboratif untuk memperkuat sinergi antar sektor infrastruktur dan konstruksi, khususnya dalam menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks dan dinamis.

Dalam webinar tersebut, tema utama yang diangkat adalah berbagai upaya mewujudkan konstruksi hijau di Indonesia, baik melalui studi kasus yang telah dijalankan maupun rencana masa depan perusahaan. ADHI menekankan bahwa konstruksi berkelanjutan bukan hanya sekadar pemenuhan regulasi, seperti Permen PUPR No. 9 Tahun 2021, tetapi juga strategi untuk meningkatkan kinerja dan reputasi perusahaan, menciptakan lingkungan kerja yang sehat, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Manfaat tersebut antara lain terciptanya lapangan pekerjaan, penguatan usaha mikro, hingga peningkatan nilai ekonomi lokal.

ADHI sendiri telah mengimplementasikan konstruksi berkelanjutan sejak lama. Evaluasi penerapan di proyek-proyek mulai dilakukan sejak 2024 dengan berpedoman pada 14 kriteria konstruksi berkelanjutan. Kriteria ini menilai aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara objektif untuk mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan. Ke depan, frekuensi evaluasi akan ditingkatkan dari sebelumnya satu tahun sekali menjadi setiap tiga bulan. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen ADHI dalam mendukung pelestarian lingkungan dan transformasi industri konstruksi yang lebih hijau.

Sebagai contoh penerapan, pada kriteria PK.3 Konservasi Energi, ADHI mengganti penggunaan genset berbahan bakar fosil dengan entertainer yang mampu mereduksi emisi karbon hingga 855.360 kg CO2 per tahun, dibandingkan potensi emisi 1.045.440 kg CO2 per tahun jika menggunakan bahan bakar fosil. Sementara itu, pada kriteria PK.4 Konservasi Air, ADHI telah membangun 379 sumur resapan dan biopori yang mampu menangkap air hujan hingga 68.220 liter per jam untuk meresapkan kembali ke dalam tanah.

Melalui implementasi ini, ADHI tidak hanya menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan, tetapi juga menunjukkan peran aktifnya dalam menghadirkan solusi konstruksi yang ramah lingkungan, bernilai ekonomi, dan berdampak sosial positif bagi masyarakat Indonesia.