Jakarta, 15 September 2025PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) kembali melaksanakan kegiatan ADHI Mengajar di Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), Banyuwangi pada hari Senin (15/09). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen ADHI Karya dalam berbagi pengetahuan, inspirasi, serta pengalaman langsung dari industri kepada generasi muda, khususnya para mahasiswa teknik. 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Poliwangi, Bapak Ir. M. Shofiul Amin, S.T., M.T, Ketua Jurusan Teknik Sipil Poliwangi, Ibu Ir. Wahyu Naris Wari, S.T., M.T, dan Manager Biro BIM, Riset & Inovasi IT ADHI Karya, Bapak Ir. Erwin Dwi Hermawan, S.T., M.T., IPU yang sekaligus menjadi narasumber utama. 

Dalam paparannya yang berjudul “Tantangan dan Inovasi Konstruksi Gedung; Menuju Konstruksi yang Efisien, Digital, dan Berkelanjutan”, Bapak Erwin menyampaikan tiga pokok bahasan penting: 

  1. Tantangan Utama Konstruksi Gedung 

Industri konstruksi saat ini menghadapi tantangan kompleks, mulai dari keterbatasan lahan & urbanisasi, regulasi & perizinan kompleks, hingga kekurangan tenaga kerja terampil. Hal ini mendorong perlunya perubahan cara kerja agar proyek dapat berjalan lebih produktif dan kompetitif. 

  1. Inovasi dalam Konstruksi 

Solusi atas tantangan tersebut adalah penerapan inovasi berbasis teknologi digital. ADHI menekankan pemanfaatan Building Information Modeling (BIM), construction technologies, green building, serta smart technologies. Pendekatan digital ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi potensi kesalahan, serta mendukung target pengurangan jejak karbon dalam setiap proyek. 

  1. Kesimpulan & Arah Masa Depan 

Ke depan, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Mahasiswa sebagai generasi muda perlu memperkuat tiga aspek utama yaitu ilmu dasar teknik, penguasaan teknologi & BIM, serta memahami tren global. Dengan penguatan tiga pilar tersebut, mahasiswa akan siap menghadapi perkembangan industri, sekaligus berkontribusi pada pembangunan infrastruktur yang efisien, digital, dan berkelanjutan. Konstruksi masa depan akan banyak didominasi oleh industrialisasi konstruksi (manufacturing), pekerjaan di luar proyek (off-site construction) untuk menjamin kecepatan proses konstruksi dan standar mutu yang lebih baik. 

Melalui kegiatan ini, ADHI Karya berharap para mahasiswa dapat semakin termotivasi untuk terus mengasah pengetahuan dan keterampilan, sekaligus membuka wawasan mengenai tantangan dan peluang di dunia konstruksi modern. ADHI meyakini bahwa kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan tinggi akan melahirkan generasi insinyur muda yang siap menghadapi dinamika industri, serta berkontribusi pada terwujudnya pembangunan infrastruktur yang lebih efisien, digital, dan berkelanjutan bagi Indonesia.