PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) menutup tahun 2024 dengan kinerja keuangan yang solid, mencatat laba bersih Rp 252 miliar atau tumbuh 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh kontribusi proyek-proyek strategis seperti Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, Pabrik PUSRI III-B di Palembang, dan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang. Meski pendapatan usaha turun akibat perubahan portofolio proyek Joint Operation (JO), laba dari JO justru melonjak 81,4% berkat proyek MRT CP-02, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Tol IKN seksi 3A-2.  

ADHI berhasil memperbaiki struktur keuangannya dengan total liabilitas turun 19% menjadi Rp 25,4 triliun, berkat pelunasan seluruh obligasi yang jatuh tempo. Ekuitas juga tumbuh 5% menjadi Rp 9,7 triliun, menurunkan Debt Equity Ratio (DER) dari 3,39 kali menjadi 2,62 kali. Arus kas operasi bahkan melonjak 187%, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola likuiditas dengan baik. Pencapaian ini memperkuat posisi ADHI dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya.  

Ke depan, ADHI berkomitmen menggarap 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan berjalan antara 2025–2029. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan terus mengedepankan inovasi dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), ADHI siap memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan melalui proyek-proyek berkualitas.