PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) terus memperkuat implementasi tata kelola perusahaan melalui penyelenggaraan Refreshment Manajemen Risiko 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas penerapan manajemen risiko dan penguatan fungsi kepatuhan korporasi di seluruh lini organisasi.

Kegiatan tahunan ini menjadi ruang strategis untuk pembaruan pengetahuan, penyelarasan kebijakan, serta penguatan sinergi antar-unit dalam pengelolaan risiko perusahaan. Acara dihadiri oleh Risk Officer Unit Kerja Operasi, Penunjang Operasi, Anak Usaha, hingga Proyek ADHI di seluruh Indonesia yang diikuti secara luring dan daring.

Dalam pelaksanaannya, ADHI menegaskan pentingnya penguatan fungsi kepatuhan sebagai bagian integral dari penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan Governance, Risk and Compliance (GRC). Langkah ini sejalan dengan rekomendasi hasil Quality Assurance Self Assessment GCG 2024 dan laporan Risk Maturity Index (RMI) 2023 yang mendorong pemisahan fungsi kepatuhan sebagai entitas tersendiri dalam struktur organisasi lini kedua perusahaan.

Melalui penguatan fungsi tersebut, perusahaan memastikan seluruh unit kerja ADHI mematuhi peraturan perundang-undangan, regulasi internal, komitmen perusahaan, kode etik, serta nilai-nilai perusahaan secara konsisten dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari implementasi Program Manajemen Risiko 2026, ADHI menjalankan berbagai inisiatif strategis, antara lain peningkatan Risk Maturity Index, Forum Komunikasi Manajemen Risiko, Survey Budaya Risiko, Risk Townhall & Risk Awards, Internal Control Testing (ICT), Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR), Monitoring & Evaluasi Terintegrasi, hingga Assessment ISO 31000.

General Manager Manajemen Risiko ADHI Karya, Hafiz Bambang Pamungkas menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesamaan pemahaman dan implementasi pengelolaan risiko di seluruh organisasi. “Refreshment ini bukan sekadar agenda rutin, ini adalah momen kita bersama untuk memastikan bahwa setiap organ pengelola risiko di ADHI Karya memiliki pemahaman yang sama, relevan, dan siap diterapkan langsung dalam pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui implementasi Manajemen Risiko Terintegrasi, ADHI Karya terus berkomitmen mendukung penguatan GCG serta menciptakan bisnis yang adaptif, resilient, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan perusahaan jangka panjang.