Jakarta, 9 September 2025  PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengambil langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan dengan mengimplementasikan sistem manajemen ISO yang terintegrasi. Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi digital dan strategi korporasi yang lebih ramping, bertujuan untuk menyatukan pengelolaan berbagai standar ISO ke dalam satu kerangka kerja yang ringkas, efisien, dan terpadu.

 

Menjawab Tantangan dengan Pendekatan Terintegrasi 

Sebelumnya, ADHI Karya telah sukses mengimplementasikan 9 sistem manajemen dan 2 sistem pelaporan berbasis ISO. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan bisnis, ADHI Karya melihat peluang untuk mengoptimalkan efisiensi melalui pendekatan yang lebih terintegrasi. Hal ini akan menyederhanakan proses audit, mengurangi duplikasi dokumen, dan menghemat biaya operasional.

Melalui sistem manajemen ISO terintegrasi, ADHI Karya melakukan terobosan dengan pendekatan baru yang lebih efektif dan efisien. Proses audit dapat dilakukan secara terpadu sekali dalam setahun oleh vendor tunggal, sehingga menghemat anggaran dan tidak mengganggu alur kerja rutin. Selain itu, dokumen bukti (evidence) dikelola melalui platform digital terpusat, memungkinkan satu dokumen digunakan untuk beberapa standar sekaligus. Hal ini meminimalisir duplikasi dan mengoptimalkan waktu persiapan, sehingga insan ADHI dapat lebih fokus pada aktivitas substansial. 

Tahapan Strategis Menuju Implementasi Penuh 

Proses dilakukan dua tahap, tahap pertama telah dilaksanakan pada tahun 2024 dan menghasilkan analisis kesenjangan (gap analysis) serta roadmap pengembangan. Tahap kedua di tahun 2025 akan berfokus pada perumusan kebijakan, penyusunan tata kelola, serta prosedur yang selaras antar semua ISO. Target utamanya adalah pada tahun 2026, ADHI Karya siap melangkah lebih jauh dengan implementasi penuh sistem terintegrasi, termasuk sertifikasi dan pengukuran tingkat kematangan sistem, dengan target total 16 sertifikasi, diantaranya 5 ISO baru yang akan dikelola secara terpadu. 

Pemanfaatan Teknologi untuk Pengelolaan Sistem 

Untuk mewujudkan integrasi ini, ADHI Karya akan mengembangkan platform digital yang telah ada sebelumnya, yaitu BIMO 2.0. Platform ini akan dikembangkan dengan fitur khusus untuk pengumpulan dan pengelolaan evidence, proses audit, dokumen, serta notifikasi terkait sistem manajemen terintegrasi. Sistem terpusat ini dirancang agar evidence dikelola secara berkelanjutan dan real-time, mengubah praktik yang sebelumnya reaktif menjadi proaktif. Dengan demikian, kepatuhan terhadap standar ISO akan menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan ADHI Karya.

Manajemen ADHI Karya yakin fondasi manajemen ISO yang lebih efisien dan terdigitalisasi akan mendukung peningkatan tata kelola dan daya saing perusahaan secara berkelanjutan. Langkah ini juga menunjukkan komitmen ADHI Karya dalam menciptakan organisasi yang lebih ramping, fleksibel, dan produktif, serta siap menghadapi tantangan global sesuai standar internasional