Jakarta, 10 September 2025 – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melaksanakan Simulasi Tanggap Darurat di Kantor Operasional ADHI Karya di ADHI Tower pada hari Rabu (10/09) untuk menguji dan meningkatkan kesiapan seluruh elemen yang ada, baik dalam hal prosedur evakuasi, peralatan, dan koordinasi antar tim yang terlibat. Simulasi tanggap darurat ini juga merupakan kewajiban perusahaan untuk membekali seluruh karyawan agar peka terhadap kondisi darurat.
Kegiatan simulasi tanggap darurat melibatkan seluruh Insan ADHI yang berada di ADHI Tower didampingi oleh Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perusahaan. Dalam simulasi ini, skenario gempa bumi digunakan sebagai situasi darurat untuk menguji kesiapan dan koordinasi antar tim, turut didukung oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Budi Asih untuk memastikan penanganan darurat yang lebih komprehensif.
Dalam skenario simulasi, general alarm tanda bahaya dibunyikan dan seluruh Insan ADHI segera diarahkan untuk melakukan evakuasi melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Tim tanggap darurat dengan sigap memandu karyawan menuju titik kumpul yang aman di luar gedung. Proses evakuasi berlangsung dengan tertib dan cepat, sesuai dengan prosedur yang telah disosialisasikan sebelumnya melalui kegiatan rutin Safety Talk.
Selain evakuasi, simulasi ini juga melibatkan penanganan korban yang terluka. Tim P3K ADHI dengan sigap memberikan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami cedera dan langsung di evakuasi menggunakan ambulan ke rumah sakit terdekat.
Setelah simulasi berakhir, tim tanggap darurat selalu melakukan evaluasi untuk menilai kinerja dan efektivitas prosedur tanggap darurat yang telah diterapkan. Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan masukan untuk perbaikan dan peningkatan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di ADHI Tower.
Simulasi tanggap darurat dilaksanakan bukan hanya sebagai kegiatan formalitas tahunan, melainkan investasi strategis dalam membangun budaya keselamatan kerja Perusahaan. Dengan keterlibatan semua pihak dan pelatihan yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan ketahanan operasional sekaligus melindungi aset terpenting yaitu manusia.













