PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Parameter dan pedoman yang diterapkan oleh ADHI dengan mengambil praktik-praktik bisnis terbaik yang disesuaikan dengan budaya Indonesia serta budaya di negara di mana ADHI beroperasi.

KEBIJAKAN GCG 
ADHI berupaya memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan melalui penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) secara konsisten dan konsekuen, dengan menjadikannya sebagai budaya kerja yang berlaku di dalam Perusahaan. Pemahaman ini mendasari kebijakan ADHI untuk melaksanakan tata kelola yang baik dalam setiap kegiatan bisnisnya untuk mencapai tujuan bisnis jangka panjang yang berkesinambungan. Pelaksanaan GCG ADHI mengacu pada Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 dan PER-09/MBU/2012 tanggal 6 Juli 2012. Selain itu prinsip tata kelola perusahan ADHI mengacu pada parameter GCG yang dikeluarkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan Komite Nasional GCG (KNGCG) serta mengambil praktik-praktik bisnis terbaik yang disesuaikan dengan budaya Indonesia serta budaya di negara di mana ADHI beroperasi

ADHI menerapkan prinsip-prinsip GCG pada setiap aspek bisnis dan pada semua jajaran organisasi, yang diwujudkan dalam aspek-aspek seperti:

  • Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
  • Penerapan fungsi kepatuhan
  • Pengelolaan manajemen risiko
  • Pelaksanaan transparansi keuangan dan non-keuangan
  • Pelaksanaan tugas-tugas komite- komite dan satuan kerja yang melaksanakan fungsi pengendalian internal.

Sejalan dengan rekomendasi OECD, prinsip-prinsip GCG di ADHI meliputi lima elemen kunci yang disingkat ”TARIF” sebagai berikut:

 

  • “T” (Transparency/Transparansi) adalah keterbukaan dalam pelaksanaan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam menyebarkan informasi penting yang relevan mengenai perusahaan.
  • “A” (Accountability/Akuntabilitas), adalah kejelasan fungsi, operasional dan pertanggungjawaban dari organisasi yang memungkinkan pengelolaan Perusahaan yang efektif.
  • “R” (Responsibility/Pertanggungjawaban), adalah penyelarasan pengelolaan Perusahaan kepatuhan terhadap ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip tentang pengelolaan yang baik.
  • “I” (Independency/Kemandirian), pengelolaan perusahaan yang profesional tanpa kepentingan atau pengaruh dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang baik.
  • “F” (Fairness/Kewajaran), adalah perlakuan yang adil dan sama terhadap seluruh pemangku kepentingan dalam memenuhi hak-hak mereka, berdasarkan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

 

ORGAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Untuk menjamin implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik berjalan pada jalurnya, ADHI telah membentuk beberapa organ yang relevan, yaitu Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, Komite-komite di bawah Dewan Komisaris, serta jajaran manajemen yang terdiri atas eksekutif dan manajer senior, Sekretaris Perusahaan dan Satuan Pengawas Intern.